Jangan sampai customer merasa tertipu


Hai sobat marketing, pada kesempatan kaali ini kita akan membahas tentang strategi pemasaran lagi yah.. dimana topik kali ini tidak jauh jauh dari customer atau pelanggan, karena memang pemasaran selalu topiknya pelanggan maka tak heran topik kita yah itu itu aja kosakatanya pelanggan customer atau konsumen.

Nah di postingan kali ini saya sedikit membahas tentang hal yang banyak beredaran dimasyarakat luas, dimana banyak sekali diantara mereka merasa ditipu, atau merasa dikecoh atau merasa dibodohi yah terserahlah mau bahasanya apa yah yang penting itu poinnya.


Sesuai judul kita "jangan sampai customer merasa tertipu dengan strategi pemasaran yang kita terapkan" , ini penting sob, karena banyak sekali pelaku pemasaran memang , memang benar benar membodohi konsumen, jadi itu bukan cara atau strategi pemasaran yang baik.

Sebagai orang yang baik, kita perlu juga memperhatikan strategi yang kita jalani itu baik (tidak menipu, tidak membodohi, tidak mengecoh dsb.)

Setiap marketer tentu punya strategi dan caranya jadi yang jadi titik pandangan disini adalah strategi nya itu, kita jangan sampai mengecoh konsumen.

Misalnya seperti handuk yang dipajang dimall seperti dilipat bertumpuk ternyata hanya handuk 1 helai yang dipajang dirak yankk didesain membentuk lipat lipat handuk, ini memang hal kecil tapi ini sangat berpengaruh bagi pandangan konsumen jika dia mengetahuinya.

Jadi jika ingin menetapkan strategi seperti ini harusnya diberi informasi disekitaran itu ("tapi mana ada seorang marketer mau begini"?) Yah kan strategi mereka, nah itu tadi tentang bagaimana kita menetapkan strategi.

Contoh kedua adalah dimasalah diskon, jangan sampai strategi diskon yang kamu tetapkan justru menjadi pandangan bagi konsumen kalau itu hanya otak licik.

Misalnya harga sebuah jeans Rp 300.000 ditulis Rp 600.000 diskon 50% ,
Konsumenpun mikir, ("lah kan memang harga itu rata rata 300 an wah wah ini pengecohan") ...

Pembeli juga punya banyak pengetahuan tentang barang, dia sudah mengumpulkan banyak informasi untuk membeli sebuah barang misalnya browsing tanya teman keluarga, dan banyak lagi.

Ketika dia melihat produk anda dengan merek yang sama jenis yang sama ukuran yang sama dan harga nya 600 ribu diskon 50 persen yang memang diketahuinya harga itu 300 an ribu maka disini mereka merasa tertipu..

Harusnya jika benar benar diskon, tulisnya memang Rp 300.000 diskon 50% jadinya 150 ribu, nah disini pelanggan baru akan merasa Wwoow... dia malah akan bercerita dan merekomendasikan produk anda keteman temannya.

Jadi yang perlu digaris bawahi adalah jangan sampai strategi marketing kita mengecoh atau menipu orang, karena ini tidak baik untuk jangka panjang.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 2